Kondisi Umum Desa Banyupoh

Administrator 19 Juli 2019 08:39:45 WITA

  Kapan dan Siapa yang Membangun atau Pendiri Desa yang kita Warisi sampai saat ini ??? Hal ini memang benar-benar sulit dijawab secara tuntas, karena sumber-sumber baik yang merupakan temuan Kepurbakalaan maupun Data Tertulis dalam Lontar, atau Prasasti misalnya, yang bisa dijadikan Pedoman dalam Menyusun Sejarah Desa Banyupoh sampai saat ini masih sangat sulit untuk mendapatkannya.

Namun demikian masih ada secercah Sinar yang menerangi Jalan untuk dapat membuka kerahasiaan keberadaan Desa Banyupoh yang kita cintai ini dengan cerita dari para Tetua yang Merintis Desa ini, yang dapat dipercaya oleh Masyarakat setempat sebagai Sejarah Kelahiran Desa.

Jika kita menelusuri jejak Sejarah Desa Banyupoh pasti kita bersua dengan catatan Riwayat para Pendatang dan Kisah Para Pengelana.

Mereka Para Perantau berjiwa Pelopor yang penuh Keberanian dan perhitungan membuka daerah-daerah baru, menciptakan peradaban dan aturan-aturan baru, memberi tempat yang nyaman bagi generasi kemudian .

Pertama-tama mengacu dengan adanya Kisah Pralina (Hanguskan) Desa Mpulaki Tahun 1489 Masehi dan Daerah ini praktis kosong sampai Tahun 1920, tanpa penghuni manusia selama lebih kurang 431 tahun,  sudah  pasti daerah tersebut menjadi hutan belantara dan hanya dihuni oleh binatang-binatang buas seperti misalnya: babi hutan, harimau, banteng, ular, kera, dan lain-lain.

Barulah sekitar tahun 1920, dimana daerah ini dikontrakkan oleh Pemerintah Kolonial Belanda kepada orang Cina yang Bernama ANG TE KWATH selama kurang lebih 30 tahun mulai dihuni oleh Orang-Orang diluar Pulau Bali, mungkin dari Jawa, Madura, Mandar, dan lain-lain bekerja sebagai Buruh Ang Te Kwath dan hanya berani membuat tempat tinggal pemondokan mereka di pinggir laut sehingga dari sinilah kiranya muncul nama Banyupoh.

Arti Banyupoh bukan berarti desa yang banyak mempunyai mata air dan ditumbuhi banyak pohon mangga. Tetapi Banyupoh ini kemungkinan berasal dari Kata “banyu” dan “po” yang artinya banyu adalah air dan po berarti Tepi/Pinggir Laut.

Dari kata-kata banyu dan po; itu kemudian muncul nama Banyupo lama kelamaan menjadi Banyupoh dan sampai saat sekarang menjadi nama sebuah desa yakni Desa Banyupoh.

Alkisah, Desa Banyupoh adalah tipe desa Anyar (desa baru) yaitu desa yang muncul atau terbentuk akibat dari perpindahan penduduk , atau pendatang yang semula didorong oleh keinginan untuk mendapatkan lapangan penghidupan yang selanjutnya menetap dari kelompok-kelompok pendatang dari wilayah pulau Bali sebagaian besar dari Karangasem, Jembrana, Gianyar, dan Buleleng sendiri antara lain dari Sinalud, Patemon, Bubunan, Kalisada, Tegallenge, Sulanyah, Gambuh, Pengastulan, dan Seririt dan sekitarnya, serta dari Sudut-sudut Jawa Timur antara lain dari Jember, Banyuwangi, Muncar, Situbondo, dan Madura serta Bugis.

Kehadiran mereka secara bergelombang dan mengawali merabas,membabat hutan belantara pada  tahun  1954 selanjutnya disusul oleh kelompok-kelompok yang lain terus berdatangan setiap Tahun kian bertambah, dan yang datang paling terakhir pada tahun 1955. Sedangkan yang hanya sebagai buruh/ kuli/dagang datang belakangan antara tahun 1957 sampai 1958 dan diperkirakan mereka-mereka yang ikut merabas hutan pada saat itu kurang lebih 125 (seratus dua puluh lima) KK.

            Dalam perabasan hutan banyak yang tidak tahan melawan serangan penyakit malaria karena daerah ini pada saat itu dikenal dengan sarang nyamuk malaria bahkan ada yang sampai meninggal dunia lagi pula banyak yang kembali ke kampung halaman mereka.

Layanan Mandiri


Silakan datang / hubungi perangkat Desa untuk mendapatkan kode PIN Anda.

Masukkan NIK dan PIN!

Media Sosial

FacebookTwitterYoutubeInstagram

Statistik Kunjungan

Hari ini
Kemarin
Jumlah Pengunjung

Lokasi Banyupoh

tampilkan dalam peta lebih besar